Feed Mill (Makanan Ikan/Ternak)

Secara konvensional, berdasarkan batas yuridiksi suatu negara, pasar produk perikanan dan peternakan dapat dikelompokkan menjadi pasar domestik dan pasar eksport. Pasar domestik merupakan penyerapan produk oleh konsumen di dalam negeri, sedangkan pasar eksport oleh konsumen luar negeri.

Ekspor produk perikanan Indonesia pada periode tahun 1997-2001, tumbuk sekitar 7,01 % pertahun dalam volume dan 4,90 % pertahun dalam nilai. Sehingga terlihat bahwa besaran pertumbuhan volume ekspor produk perikanan tidak sebanding dengan besar pertumbuhan nilai ekspor produk perikan. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi penurunan nilai ekspor produk perikanan persatuan unit. Bila dianalisis komposisi produk perikanan, maka udang masih mendominasi baik dalam volume maupun nilai produk yang dihasilkan.

Bila dianalis lebih lanjut komposisi ekspor, terjadi penurunan volume inpor tersebut ditunjang oleh adanya penurunan yang cukup tajam pada komoditi kelompok bukan bahan makanan (non food) sebesar 14,43 %. Hal ini dipahami bahwa, dalam komposisi ini tepung ikan masih mendominasi sebesar 80,7% dari total inpor tersebut. Dengan terjadinya lonjakan kurs dolar terhadap rupiah sekarang, maka harga komoditi tersebut menjadi sangat mahal. Pada sisi lain, bahwa tepung ikan digunakan di Indonesia sebagai bahan penting dalam pembuatan pakan ikan dan ternak, selama krisis telah banyak usaha budidaya ikan dan ternak mengalami kehancuran. Sehingga sangat mengurangi permintaan terhadap pakan ternak tersebut dan menyebabkan inpor juga berkurang drastis. Namun demikian karena harga inpor perunit mengalami peningkatan akibat perubahan kurs rupiah terhadap dolar yang terjadi, maka penurunan terhadap nilai impor komoditi non food tersebut jauh lebih kecil (0,42%).

Dalam konteks pasar global, perkembangan pasar perikanan dan peternakan dunia dicirikan oleh perkembangan ekspor dunia yang meningkat dari senilai US $ 45,5 milyar pada tahun 1992 menjadi US $ 52,5 milyar pada tahun 2001 (DKP, 2001). Pangsa pasar tersebut meliputi Eropa (33%), Jepang (30%), Amerika (17%). Sedangkan pangsa pasar produk perikanan indonesia di pasar regional pada tahun 1993  masing-masing Jepang sebasar 6,1%, Amerika sebesar 2,1% dan eropa sebesar 0,5%.

Adanya prospek usaha perikanan dan peternakan ini tentunya akan berdampak kepada penyediaan pakan (feedmill).

Peluang Pasar

Pasar domestik dan pasar ekspor

Lokasi

  • Kecataman Kuantan Mudik
  • Kecamatan Singingi Hilir
  • Kecamatan Benai

Skala usaha dan Jumlah Tenaga Kerja

  • Kebutuhan lahan satu unit pabrik 12.495 m2
  • Skala usaha satu unit pabrik pakan : 3.000 m2
  • Jumlah tenaga kerja 30 orang

Nilai investasi dan Kapasitas Produksi

  • Nilai investasi : Rp. 9,1 milyar
  • Kapasitas Produksi : 100 ton / bulan

Profitabilitas Finasial

  • ROI : 2,13
  • IRR : 15%
  • NPV : 1.2.125.456.214
  • BEF : 7.300 ton
  • BCR : 5,32
  • PI : 1,1 : 1,13