Perhotelan

Potensi wisata lain yang mendapat perhatian untuk dikembangkan adalah Kesenian Tradisional Daerah seperti Seni Tari, Randai, Rarak Godang dan Nandong.

Pengembangan pariwisata pada dasarnya merupakan upaya untuk mengembangkan potensi wisata yang dimiliki oleh suatu daerah baik kekayaan alam, keanekaragaman flora dan fuana, tradisi dan seni budaya maupun peninggalan-peninggalan sejarah. Upaya pengembangan ini harus sejalan dengan pengembangan jasa dan sarana pariwisata agar mendapatkan hasil yang optimal.

Secara umum pariwisata di Propinsi Riau merupakan salah satu sektor yang potensial untuk dikembangkan, karena letak lokasi propinsi yang cukup strategis (berdekatan dengan singapura), sehingga pengembangan kerjasama regional seperti Sijori (segitiga pertumbuhan Singapura-Johor-Riau) lebih lanjut dapat diarahkan untuk memperluas kerjasama dalam bidang kepariwisataan.

Kabupaten Kuantan Singingi sebagai bagian dari Propinsi Riau tentunya dapat menagkap peluang industri pariwisata ini. Mengingat letaknya yang strategis dimana berbatasan dengan propinsi Sumatera Barat dan dilewati oleh Jalan Lintas Timur Sumatera maka hotel akan menjadi bangunan yang potensial untuk dikembangkan.

Lokasi

  • Kecataman Kuantan Mudik
  • Kecamatan Singingi Tengah
  • Kecamatan Hulu Kuantan
  • Kecamatan Singingi

Teknis

  • Skala usaha (luas bangunan) : 6.000 m2
  • Kapasitas Kamar : 200 kamar
  • Jumlah hotel : 3 (tiga) bangunan
  • Jumlah tenaga kerja : 30 orang perhotel.

Perkiraan modal Investasi

  • Nilai investasi : Rp. 55 milyar

Profitabilitas Finasial

  • NPV : Rp. 3.223.5.456.214
  • IRR : 17%
  • BCR : 4,32
  • BEF : 80 kamar
  • ROI : 2,13
  • Payaback Period : 5,5 tahun
  • PI : 1,02