Penggemukan Sapi

Penggemukan sapi merupakan bagian dari kegiatan agribisnis yang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Merujuk pada kegiatan penggemukan sapi yang umumnya diimport dari Australia dimana hingga tahun 1996 secara nasional mencapai 375.000 ekor hingga turun drastis mencapai 30.000 ekor pada tahun 1997 dan 1998. Namun jumlah ini meningkat lagi menjadi 297.000 pada tahun 2000 dan 300.000 pada tahun 2001.

Kebutuhan daging sapi nasional sendiri mencapai 680.000 ton. Mengingat tingginya kebutuhan protein hewani dimasa mendatang maka pemerintah menetapkan sasaran adanya peningkatan kelahiran selama kurun waktu 2000-2005 dari 18,1 % menjadi 20,99 % dan penurunan angka kematian dari 4% menjadi 3%. Sasaran lain adalah peningkatan pertumbuhan populasi sapi dan angka pemotongan menjadi masing-masing 3,2% dan 11,9% pertahun sehingga supply sapi dalam negeri meningkat 281,4 rib ton pada tahun 2005.

Bila dikaitkan dengan populasi penduduk yang mencapai 220 juta orang, Indonesia hanya memiliki sapi sekitar 12 juta ekor. Jika pertahun dipotong sekitar 1,2 juta ekor maka terdapat kecendrungan produksi sapi harus ditingkatkan baik melalui produksi lokal maupun import.

Potensi penggemukan sapi di Kabupaten Kuantan Singingi yang dapat memenuhi kebutuhan daging sapi di Riau dan Sumatera Barat cukup cerah. Untuk satu rumah pemotongan hewan dibutuhkan setidaknya 20 ekor sapi dengan omset Rp. 80 juta perhari. Sedangkan penggemukan sapi akan mencapai kondisi yang ideal jika setidaknya dalam sehari dipotong 300 ekor dengan harga berkisar Rp 4 juta sampai Rp. 5 juta per ekor, sehingga perputaran omset setiap harinya bisa mencapai sekitar Rp. 150 juta.

Peluang Pasar

  • Sapi pedaging masih diinport dari Australia dan belum mencukupi
  • Kebutuhan daging sapi nasional mencapai 680.000 ton.
  • Semakin tinggi tingkat kebutuhan protein hewani dimasa yang akan depan.
  • Sasaran pemerintah untuk mencapai : – angka pertumbuhan populasi sapi 3,2% pertahun, – angka pemotongan 11,9% per tahun.

Lokasi

  • Kecamatan Kuantan Tengah
  • Kecamatan Pangean (Jalur Patah)

Populasi Ternak

  • Sapi : 16.151 ekor
  • Kerbau : 12.722 ekor
  • Kambing : 15.852 ekor

Produksi daging

  • Sapi : 39.253 kg
  • Kerbau : 43.113 kg
  • Kambing : 2.140 kg

Perkiraan Modal Investasi

  • Investasi untuk 10 ekor sapi :harga beli bakalan (Rp. 40.500.000) dan kandang (Rp. 7.000.000).
  • Biaya operasional : Rp. 9.000.000
  • Pendapatan 90 hari : Rp. 90.000.000
  • Keuntungan : 14.000.000

Analisa Finansial

Biaya produksi untuk 25 ekor selama 1 tahun

  • Pembelian bakalan : Rp. 12.000.000
  • Kandang : Rp. 2.000.000
  • Pakan hijauan : Rp. 12.000.000
  • Pakan konsetrat : Rp. 7.482.500
  • Retribusi kesehatan ternak : Rp. 70.307.000

Pendapatan untuk 25 ekor selama 1 tahun

  • penjualan sapi : Rp. 111.110.000
  • penjualan kotoran basah : Rp. 1.095.000
  • Jumlah pendapatan : 112.205.000
  • Keuntungan Rp. 41.897.500
  • Paramater kelayakan usaha : 1,61