Industri Hilir Crumb Rubber

Luasnya perkebunan karet yang ada dikabupaten Kuantan Singingi memberikan potensi investasi pada pengolahan hasil karet dan kayu karet. Produksi karet pada umumnya berupa Lump atau Ojol. Di Kabupaten Kuantan Singingi tidak terdapat industri yang mengolah karet rakyat. Sehingga pabrik pengolahan karet yang memungkinkan untuk dibangun adalah pabrik Crumb Rubber.

Peningkatan produksi karet di Indonesia terjadi pada tahun 1990-an dimana terjadi peningkatan sebesar 3,5% pertahun. Peningkatan ini disebabkan karena terjadinya peningkatan konsumsi dengan semakin meningkatnya kebutuhan untuk bahan baku industri barang jadi dari karet, menyusul investasi dari negara produsen ban (jepang) dan sepat karet (korea selatan dan taiwan) di Indonesia.

Perkembangan konsumsi karet alam cenderung mengalami peningkatan rata-rata 9% pertahun. Hai ini tentunya dapat menjadi pendorong untuk membangun industri Crumb Rubber di Kabupaten Kuantan Singingi.

Peluang Pesar

  • Peningkatan kebutuhan untuk bahan baku industri barang jadi dari karet diakibatkan investasi dari negara : Jepang (Produsen ban), Korea dan Taiwan (sepatu karet).
  • Kebutuhan karet alam dalam negeri cenderung mengalami peningkatan dengan rata-rata 9% pertahun.

Luas lahan kebun karet

  • Swadaya : 113.653,00 Ha
  • UPP/Kimbun/PEK : 17.950,83 Ha
  • PBB : 89.334,58 Ha
  • PIR/KKPA : 27.562,45 Ha

Produksi Perkebunan

  • Pola swadaya : 59.232,17 Ton
  • UPP/Kimbun/PEK : 178.139,46 Ton
  • PIR/KKPA : 2.336,16 Ton

Teknis

  • Lahan yang dibutuhkan kurang lebih 4.500 m2
  • Kebutuhan air kurang lebih mencapai 4.670 m3 / tahun
  • Kebutuhan listrik sekitar 80 kWh

Perkiraan Modal Investasi

  • Modal tetap : Rp. 9.230.190.000,00
  • Modal kerja : Rp. 39.930.130.000,00
  • Total Investasi : Rp. 49.160.220.000,00

Analisa Finansial

  • NPV : Rp. 8.590.345.000
  • IRR : 23%
  • BCR : 8,98
  • BEF : 3.979 Ton
  • ROI : 2,65
  • Payaback Period : 5,5 tahun
  • PI : 1,25