Silaturrahmi Pemda dan Masyarakat Antau Singingi di Desa Kebun Lado…

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi memenuhi undangan silaturrahmi masyarakat antau singingi di desa kebun lado,, acara tersebut di hadiri langsung oleh Bupati Kuantan Singingi..hal tersebut di jelaskan oleh Asisten Ekbang dan Kesos Indra Suandy, ST, M.Si pada apel pagi Sekretariat Daerah Rabu 17 Juni 2015, Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1436 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada Seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi…


Realisasi Pengadaan Barang/Jasa Melalui LPSE

Realisasi Pengadaan Barang/Jasa melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Kuantan Singingi per tanggal 10 Juni 2015 telah di proses 112 paket lelang dari seluruh satuan kerja, berdasarkan penjelasan Kepala Bagian Ekbang Ade Fahrer Arif, ST keseluruhan paket tersebut telah selesai 45 paket dan sisanya masih dalam tahap evaluasi sebanyak 67 paket lelang.

Sebagai ketua LPSE, Ade berharap himbauan Bupati Kuantan Singingi terhadap percepatan proses lelang di Kabupaten Kuantan Singingi segera di realisasikan oleh seluruh satuan kerja mengingat untuk Tahun Anggaran 2015 jumlah paket pekerjaan yang akan dilaksanakan melalui lelang umum sebanyak 184 paket, lelang sederhana 14 paket, seleksi sederhana 5 paket, seleksi umum 5 paket, pemilihan langsung 17 paket, penunjukan langsung 16 paket, serta sisanya untuk pengadaan langsung e-purchasing. Kepada Penyedia/Rekanan untuk informasi rencana umum pengadaan barang/jasa dapat join ke website “sirup.lkpp.go.id”, seluruh rencana kegiatan telah di umumkan secara transparan dan dapat di download melalui website tersebut.

Untuk memfasilitasi pengadaan barang/jasa tersebut Kabag Ekbang menyatakan pelayanan LPSE kepada pengguna selama 24 jam, kepada Pokja, Rekanan/Penyedia dan Masyarakat silakan hubungi LPSE untuk informasi lelang serta pelatihan pengguna secara gratis. hal ini di maksudkan agar pelaksanaan pengadaan barang/jasa dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan dan tidak terkendala oleh mekanisme pelelangan.


Disbun Taksir Kerugian Capai Rp 200 Juta

Sebanyak 5.000 lebih bibit sawit milik Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi yang dikembangkan Dinas Perkebunan Kuansing, raib di curi. Diperkirakan, kerugian yang dialami mencapai Rp. 200 juta. “Kalau kita taksir kerugian seluruhnya, mulai dari penyiraman, pupuk, perawatan lainnya mencapai Rp. 200 juta,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kuansing, H Wariman DW SP.

Bibit kelapa sawit yang di curi tersebut, katanya belum terlalu besar, karena baru berusia 2 bulan, sehingga sangat mudah bagi orang berniat jahat untuk mencabut polybag dan membawanya. Karena masih berusia 2 bulan, bibit ini mudah dicabut oleh pelakunya, dan bisa masuk ke dalam karung,”katanya.

Sebelumnya, sebanyak 5000 lebih bibit kelapa sawit milik Pemkab Kuansing yang diolah Dinas Perkebunan Kuansing petani di curi. Padahal 5000 bibit kelapa sawit tersebut akan di bagikan kepada petani di daerah ini. ‘Ada 50.000 bibit sawit yang sedang di besarkan Disbun Kuansing saat ini dilokasi pembibitan Sako Kecamatan Pangean, namun 5000 bibit sudah di curi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan kita sudah laporkan ke polres Kuansing untuk ditangkap pelakunya.

Bibit kelapa sawit yang mereka curi tersebut, ujar Wariman rata-rata masih didalam polybag. Menurutnya, para pencuri dalam aksi tidak membawa bibit kelapa sawit beserta polybag, melainkan mencabut bibit kelapa sawit dari polybag.

Bibitnya saja yang mereka cabut, sedangkan polybag tinggal di lokasi, sudah ada 3 petak pembibitan kelapa sawit di Disbun yang raib baru-baru ini, untuk satu kotak 1200 batang kelapa sawit, belum yang di ambil secara sporadis dari kotak-kotak yang ada, ujarnya. (Humas)


50 Tim Ikuti Pacu Jalur Rayon I

Sebanyak 50 Jalur yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu, mengikuti iven pacu jalur rayon I yang akan dilaksanakan di Tepian Nyiur Melambai, Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti. Kami sudah manyampaikan kesiapan untuk melaksanakan kesiapan untuk melaksanakan pacu jalur rayon I kepada pak Bupati. Insyaallah, beliau nanti yang akan membuka secara resmi,”kata Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cerenti, Latifa.

Disampaikan, hasil technical meeting, kemarin, sebanyak 50 jalur memastikan diri untuk berpartisipasi. Tentu, ia berharap agar para atlet jalur dan masyarakat untuk menyukseskan iven pacu jalur rayon I ini. “Ada 50 jalur, kita minta mereka supaya menyukseskan even ini, dan begitu pula dengan masyarakat agar turut mensukseskan, karena ini adalah tradisi yang harus kita lestarikan harapnya. ( Humas)


KALPATARU PENGHARGAAN TERTINGGI

Bupati H Sukarmis mengapresiasi keberhasilan Lembaga Adat Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya yang sukses meraih Kalpataru tahun 2014 kategori penyelamat lingkungan. “Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi yang di terima sebagai kelompok penyelamat lingkungan. Keberhasilan para pemangku adat Teratak Air Hitam meraih Kalpataru ini harus kita apresiasi,”kata Bupati H Sukarmis saat menerima para pemangku adat Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya, di ruang kerjanya.

Ia berpesan agar Rimbo Larangan seluas 78,5 hektar ini dijaga dan dirawat, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Penghargaan yang telah di raih ini dimintanya jangan membuat pemangku adat dan masyarakat ini bangga, sehingga hutan terabaikan.

Jaga terus hutan ini. Apa yang telah diraih harus di syukuri dan sampaikanlah kepada masyarakat bahwa pentingnya menjaga hutan. Dan jangan setelah ini, hutan tidak dirawat lagi, selalu jaga dan rawat keasliannya,” saran H Sukarmis. Penghargaan Kalpataru yang diraih Lembaga Adat Teratak Air Hitam ini membuat Bupati H Sukarmis bangga, Keberhasilan ini baginya, juga dirasakan sebagai keberhasilan semua elemen masyarakat dalam menjaga dan menyelamatkan lingkungan.

Kemudian, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kuansing, Indra Suandy ST.MSi juga mengapresiasi keberhasilan meraih penghargaan ini, ditegaskan Indra, tidak terlepas dari dukungan Bupati H Sukarmis yang selalu mengingatkan supaya masyarakat menjaga lingkungan. “Selain adanya kesadaran dari para pemangku adat yang didukung masyarakat untuk mengelolah rimbo larangan ini.

Penghargaan Kalpataru yang diterima pemnagku adat Teratak Air Hitam ini mendapat kompensasi berupa uang sebesar Rp 50 juta untuk membuat program dalam menjaga dan menyelamatkan lingkungan. Disamping itu, para pemangku adat ini juga akan di bekali uang operasional sebesar Rp 20 juta untuk mengelola rimbo tersebut.

“Itu bantuan yang di terima para pemangku adat Teratak Air Hitam, uang ini nanti tidak sembarang di gunakan, tapi harus dilaksanakan dalam bentuk program kegiatan untuk menyelamatkan hutan tersebut,” kata Bupati H Sukarmis. Bupati juga berpesan supaya uang ini digunakan untuk merawat dan menjaga hutan.

“Gunakanlah uang ini sesuai yang diarahkan, gunakanlah untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dalam menjaga hutan, dan jangan salah digunakan, ujarnya mengingatkan. (Humas)


JALAN TELUK KUANTAN – RENGAT PUTUS

Jalan Provinsi yang menghubungkan Teluk Kuantan-Rengat putus. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan yang hendak ke Rengat dan kota sekitarnya Di Kabupaten Indragiri Hulu dari arah Teluk Kuantan sekitarnya serta sebaliknya putus total. Salah satu gorong-gorong di ruas jalan ini tepatnyadi Desa Koto Peraku, Kecamatan Cerenti ambruk dan menyisakan lubang sebesar 6X5 meter, sehingga tidak bisa di lewati sama sekali oleh kendaraan apapun.

Saat ini ratusan kendaraan roda empat, baik bus, travel, truk dan tronton serta kendaraan pribaditerjebak di lokasi kejadian, tepatnya di dekat Kantor KUA Kecamatan Cerenti Desa Koto Peraku. Aparat kepolisisan bersama TNI dan Pemerintah Kecamatan Cerenti serta warga setempat berusaha mengendalikan kemacetan agar tidak semakin parah. Kendaraan yang dapat melintas saat ini hanya roda dua. Ya, itupun harus di alihkan kejalan alternatif yang di buat swadaya oleh masyarakat setempat ketika itu. Hingga pukul 18 WIB, kendaraan tidak bisa melintas dijalan ini.

Akibatnya, ratusan mobil dari Arah Teluk Kuantan-Rengat harus balik kanan atau menunggu dilakukannya perbaikan diruas jalan ini, karena tidak ada jalan alternatif untuk bisa menuju Rengat maupun Teluk Kuantan. Ambruknya gorong-gorong yang sudah mulai terjadi sejak beberapa hari lalu lalu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Penyebabnya, gorong-gorong yang sebelumnya sudah amblas tersebut tak lagi dapat membendung debit air akibat curah hujan yang turun sejak malam di TKP.

Menurut keterangan warga setempat, Sima (52), pada tahun 1960-an dilokasi gorong-gorong semula merupakan jembatan, sehingga air lebih cepat mengalir. Namun dalam beberapa tahun belakangan berubah menjadi gorong-gorong. Warga setempat berharap Dinas PU Riau membangun jembatan sehingga aliran air menjadi lancar dan tidak terulang kejadian serupa dimasa datang.

“Sekitar pukul 08.00 WIB debit air sungai tinggi, sehingga tekanan air kuat. Akibatnya, gorong-gorong yang sudah amblas kembali amblas dan jebol sehingga aspal juga amblas kesungai, kata Sima, warga setempat. Mendapat kabar putusnya jalan tersebut, Bupati H Sukarmis usai melaksanakan wisuda MDA langsung meninjau ruas jalan rusak tersebut, Kamis siang. ‘Kita minta Provinsi serius tangani kerusakan jalan Provinsi di Kuansing, jangan tunggu jalan putus baru diperbaiki. Inikan jalan Provinsi kewenangan mereka untuk memperbaikinya,”kata Sukarmis.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kuansing Azwan yang menambahkan, pihaknya telah memberi tahu kepada Dinas PU Riau, dan PU Riau sudah berjanji akan segera melakukan penanganan. “Mereka akan turun segera kelapangan, nanti kita beritahu perkembangannya, yang pasti kita berharap, penanganan    cepat karena ini salah satu jalur sibuk,’ujarnya.

Selain mengakibatkan amblas dan hanyutnya gorong-gorong yang mengakibatkan jalan Provinsi yang menghubungkan Teluk Kuantan-Rengat putus total, juga membuat sejumlah rumah warga dan rumah ibadah seperti musholla terendam banjir setinggi 2 meter. Banjir yang merendam rumah warga dan Musholla dekat Kantor KUA Kecamatan Cerenti di Desa Koto Peraku baru berakhir setelah gorong-gorong putus terbawa desakan air, sehinggga air yang semula menggenangi rumah warga dan mushalla kering sekitar pukul 09.00WIB.

Sebelum itu, rumah warga dan musholla terendam akibat air tidak bisa melewati gorong-gorong yang sebelumnya sudah amblas sedikit demi sedikit sejak beberapa hari lalu, sehingga lubang gorong-gorong tempat air mengalir menjadi kian mengecil. Dari informasi yang di rangkum, sebelum melintas di badan jalan. Pengendara saat itu sangat khawatir untuk melintas karena takut ambruk. (Humas)


JADWAL MUSRENBANG 2015

PELAKSANAAN MUSYAWARAH RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TINGKAT KECAMATAN TAHUN 2015 DILAKSANAKAN PADA TANGGAL 23 FEBRUARI S/D 5 MARET 2015 BERIKUT JADWAL MUSRENBANG 2015

Fotret Pentingnya Pembangunan Infrastruktur Dasar (Desa Rambahan Kecamatan Logas Tanah Darat)

Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) memiliki wilayah administrasi yang terdiri dari 15 kecamatan, 11 kelurahan dan 218 Desa. Kabupaten ini di aliri oleh dua aliran sungai yakni sungai Kuantan yang bermuara ke indragiri dengan melewati beberapa kecamatan diantaranya Hulu Kuantan, Kuantan Mudik, Gunung Toar, Kuantan Tengah, Sentajo Raya, Benai, Pangean, Kuantan Hlilir, Kuantan Hilir Seberang, Inuman, […]

Menyoal Penanggulangan Kemiskinan

MENYOAL PENANGGULANGAN KEMISKINAN Oleh : ISWANDI, S.Sos Sekretariat TKPK Kabupaten Kuantan Singingi   ” Tirai kemiskinan telah turun di muka bumi, membelahnya, dari segi kebendaan dan pandangan hidup, menjadi dunia berbeda, dua planet terpisah, dua kelompok manusia tidak sederajat, yang satu teramat kaya, yang lain sangat melarat.  Batas yang tidak terlihat oleh pandangan mata ini, […]

Ekpose RAD MDGs Kab.Kuantan Singingi

Provinsi Riau memberikan apresiasi terhadap Kab.Kuantan Singingi atas pelaksanaan Monev RAD MGDs 2011-2015 Hasil Penyampain tim RAD MDGs Provinsi Riau dari 12 Kabupaten/Kota, hanya Kabupaten Kuantan Singingi yang melaporan Monev RAD MDGs semester I. Dari evaluasi penyusunan matrik RAD MDGs Provinsi Riau masih terdapat 3 (tiga) Kabupaten yang belum menyiapkan payung hukum (Perbup) yaitu Kampar, […]

Riau Pos : Satpol PP Riau dan Kuansing Dinilai Diatas Rata-rata


Satuan Polisi Pamong Praja Kab. Kuansing Terima 148 Personil Baru

Kasat Polisi Pamong Praja Kuansing, Erdiansyah mengatakan, tahun 2014 ini pihak nya mendapatkan tambahan anggota sebanyak 148 orang personil. Jumlah personil sebanyak itu ujar Ediansyah berasal dari Pasukan Keamanan Dalam (PKD). “Bukan penerimaan anggota baru, tapi anggota PKD ditarik ke Satpol PP,” jelas. Erdiansyah. Dengan bertambahnya jumlah personil di Satol PP terang Erdiansyah, diharapkan dapat […]