Disbun Taksir Kerugian Capai Rp 200 Juta

Sebanyak 5.000 lebih bibit sawit milik Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi yang dikembangkan Dinas Perkebunan Kuansing, raib di curi. Diperkirakan, kerugian yang dialami mencapai Rp. 200 juta. “Kalau kita taksir kerugian seluruhnya, mulai dari penyiraman, pupuk, perawatan lainnya mencapai Rp. 200 juta,” kata Kepala Dinas Perkebunan Kuansing, H Wariman DW SP.

Bibit kelapa sawit yang di curi tersebut, katanya belum terlalu besar, karena baru berusia 2 bulan, sehingga sangat mudah bagi orang berniat jahat untuk mencabut polybag dan membawanya. Karena masih berusia 2 bulan, bibit ini mudah dicabut oleh pelakunya, dan bisa masuk ke dalam karung,”katanya.

Sebelumnya, sebanyak 5000 lebih bibit kelapa sawit milik Pemkab Kuansing yang diolah Dinas Perkebunan Kuansing petani di curi. Padahal 5000 bibit kelapa sawit tersebut akan di bagikan kepada petani di daerah ini. ‘Ada 50.000 bibit sawit yang sedang di besarkan Disbun Kuansing saat ini dilokasi pembibitan Sako Kecamatan Pangean, namun 5000 bibit sudah di curi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dan kita sudah laporkan ke polres Kuansing untuk ditangkap pelakunya.

Bibit kelapa sawit yang mereka curi tersebut, ujar Wariman rata-rata masih didalam polybag. Menurutnya, para pencuri dalam aksi tidak membawa bibit kelapa sawit beserta polybag, melainkan mencabut bibit kelapa sawit dari polybag.

Bibitnya saja yang mereka cabut, sedangkan polybag tinggal di lokasi, sudah ada 3 petak pembibitan kelapa sawit di Disbun yang raib baru-baru ini, untuk satu kotak 1200 batang kelapa sawit, belum yang di ambil secara sporadis dari kotak-kotak yang ada, ujarnya. (Humas)


50 Tim Ikuti Pacu Jalur Rayon I

Sebanyak 50 Jalur yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu, mengikuti iven pacu jalur rayon I yang akan dilaksanakan di Tepian Nyiur Melambai, Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti. Kami sudah manyampaikan kesiapan untuk melaksanakan kesiapan untuk melaksanakan pacu jalur rayon I kepada pak Bupati. Insyaallah, beliau nanti yang akan membuka secara resmi,”kata Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cerenti, Latifa.

Disampaikan, hasil technical meeting, kemarin, sebanyak 50 jalur memastikan diri untuk berpartisipasi. Tentu, ia berharap agar para atlet jalur dan masyarakat untuk menyukseskan iven pacu jalur rayon I ini. “Ada 50 jalur, kita minta mereka supaya menyukseskan even ini, dan begitu pula dengan masyarakat agar turut mensukseskan, karena ini adalah tradisi yang harus kita lestarikan harapnya. ( Humas)


KALPATARU PENGHARGAAN TERTINGGI

Bupati H Sukarmis mengapresiasi keberhasilan Lembaga Adat Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya yang sukses meraih Kalpataru tahun 2014 kategori penyelamat lingkungan. “Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi yang di terima sebagai kelompok penyelamat lingkungan. Keberhasilan para pemangku adat Teratak Air Hitam meraih Kalpataru ini harus kita apresiasi,”kata Bupati H Sukarmis saat menerima para pemangku adat Teratak Air Hitam, Kecamatan Sentajo Raya, di ruang kerjanya.

Ia berpesan agar Rimbo Larangan seluas 78,5 hektar ini dijaga dan dirawat, sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Penghargaan yang telah di raih ini dimintanya jangan membuat pemangku adat dan masyarakat ini bangga, sehingga hutan terabaikan.

Jaga terus hutan ini. Apa yang telah diraih harus di syukuri dan sampaikanlah kepada masyarakat bahwa pentingnya menjaga hutan. Dan jangan setelah ini, hutan tidak dirawat lagi, selalu jaga dan rawat keasliannya,” saran H Sukarmis. Penghargaan Kalpataru yang diraih Lembaga Adat Teratak Air Hitam ini membuat Bupati H Sukarmis bangga, Keberhasilan ini baginya, juga dirasakan sebagai keberhasilan semua elemen masyarakat dalam menjaga dan menyelamatkan lingkungan.

Kemudian, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kuansing, Indra Suandy ST.MSi juga mengapresiasi keberhasilan meraih penghargaan ini, ditegaskan Indra, tidak terlepas dari dukungan Bupati H Sukarmis yang selalu mengingatkan supaya masyarakat menjaga lingkungan. “Selain adanya kesadaran dari para pemangku adat yang didukung masyarakat untuk mengelolah rimbo larangan ini.

Penghargaan Kalpataru yang diterima pemnagku adat Teratak Air Hitam ini mendapat kompensasi berupa uang sebesar Rp 50 juta untuk membuat program dalam menjaga dan menyelamatkan lingkungan. Disamping itu, para pemangku adat ini juga akan di bekali uang operasional sebesar Rp 20 juta untuk mengelola rimbo tersebut.

“Itu bantuan yang di terima para pemangku adat Teratak Air Hitam, uang ini nanti tidak sembarang di gunakan, tapi harus dilaksanakan dalam bentuk program kegiatan untuk menyelamatkan hutan tersebut,” kata Bupati H Sukarmis. Bupati juga berpesan supaya uang ini digunakan untuk merawat dan menjaga hutan.

“Gunakanlah uang ini sesuai yang diarahkan, gunakanlah untuk kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dalam menjaga hutan, dan jangan salah digunakan, ujarnya mengingatkan. (Humas)


JALAN TELUK KUANTAN – RENGAT PUTUS

Jalan Provinsi yang menghubungkan Teluk Kuantan-Rengat putus. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan yang hendak ke Rengat dan kota sekitarnya Di Kabupaten Indragiri Hulu dari arah Teluk Kuantan sekitarnya serta sebaliknya putus total. Salah satu gorong-gorong di ruas jalan ini tepatnyadi Desa Koto Peraku, Kecamatan Cerenti ambruk dan menyisakan lubang sebesar 6X5 meter, sehingga tidak bisa di lewati sama sekali oleh kendaraan apapun.

Saat ini ratusan kendaraan roda empat, baik bus, travel, truk dan tronton serta kendaraan pribaditerjebak di lokasi kejadian, tepatnya di dekat Kantor KUA Kecamatan Cerenti Desa Koto Peraku. Aparat kepolisisan bersama TNI dan Pemerintah Kecamatan Cerenti serta warga setempat berusaha mengendalikan kemacetan agar tidak semakin parah. Kendaraan yang dapat melintas saat ini hanya roda dua. Ya, itupun harus di alihkan kejalan alternatif yang di buat swadaya oleh masyarakat setempat ketika itu. Hingga pukul 18 WIB, kendaraan tidak bisa melintas dijalan ini.

Akibatnya, ratusan mobil dari Arah Teluk Kuantan-Rengat harus balik kanan atau menunggu dilakukannya perbaikan diruas jalan ini, karena tidak ada jalan alternatif untuk bisa menuju Rengat maupun Teluk Kuantan. Ambruknya gorong-gorong yang sudah mulai terjadi sejak beberapa hari lalu lalu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Penyebabnya, gorong-gorong yang sebelumnya sudah amblas tersebut tak lagi dapat membendung debit air akibat curah hujan yang turun sejak malam di TKP.

Menurut keterangan warga setempat, Sima (52), pada tahun 1960-an dilokasi gorong-gorong semula merupakan jembatan, sehingga air lebih cepat mengalir. Namun dalam beberapa tahun belakangan berubah menjadi gorong-gorong. Warga setempat berharap Dinas PU Riau membangun jembatan sehingga aliran air menjadi lancar dan tidak terulang kejadian serupa dimasa datang.

“Sekitar pukul 08.00 WIB debit air sungai tinggi, sehingga tekanan air kuat. Akibatnya, gorong-gorong yang sudah amblas kembali amblas dan jebol sehingga aspal juga amblas kesungai, kata Sima, warga setempat. Mendapat kabar putusnya jalan tersebut, Bupati H Sukarmis usai melaksanakan wisuda MDA langsung meninjau ruas jalan rusak tersebut, Kamis siang. ‘Kita minta Provinsi serius tangani kerusakan jalan Provinsi di Kuansing, jangan tunggu jalan putus baru diperbaiki. Inikan jalan Provinsi kewenangan mereka untuk memperbaikinya,”kata Sukarmis.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kuansing Azwan yang menambahkan, pihaknya telah memberi tahu kepada Dinas PU Riau, dan PU Riau sudah berjanji akan segera melakukan penanganan. “Mereka akan turun segera kelapangan, nanti kita beritahu perkembangannya, yang pasti kita berharap, penanganan    cepat karena ini salah satu jalur sibuk,’ujarnya.

Selain mengakibatkan amblas dan hanyutnya gorong-gorong yang mengakibatkan jalan Provinsi yang menghubungkan Teluk Kuantan-Rengat putus total, juga membuat sejumlah rumah warga dan rumah ibadah seperti musholla terendam banjir setinggi 2 meter. Banjir yang merendam rumah warga dan Musholla dekat Kantor KUA Kecamatan Cerenti di Desa Koto Peraku baru berakhir setelah gorong-gorong putus terbawa desakan air, sehinggga air yang semula menggenangi rumah warga dan mushalla kering sekitar pukul 09.00WIB.

Sebelum itu, rumah warga dan musholla terendam akibat air tidak bisa melewati gorong-gorong yang sebelumnya sudah amblas sedikit demi sedikit sejak beberapa hari lalu, sehingga lubang gorong-gorong tempat air mengalir menjadi kian mengecil. Dari informasi yang di rangkum, sebelum melintas di badan jalan. Pengendara saat itu sangat khawatir untuk melintas karena takut ambruk. (Humas)


APBD 2007-2013

APBD KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TAHUN 2007-2013 Tahun Pendapatan Belanja Total BTL BL 2007              680.735.560,12         342.574.701.972            616.649.292.369          959.223.994.341 2008            760.171.467.380         410.245.872.422            553.963.608.667          964.209.481.089 2009        843.272.183.826,40     510.660.089.926,78        551.912.583.440,79   1.062.572.673.367,57 2010        841.078.088.472,97     526.260.903.490,00        328.188.814.201,64     854.449.717.691,64 2011        982.406.198.203,93     551.974.343.577,91        410.898.548.602,44 […]

RAPAT KOORDINASI PNPM-MPD KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TAHUN 2014

Bappeda Kabupaten Kuantan Singingi melalui Bidang Sosial Budaya melaksanakan Rapat Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan, sebagai wadah koordinasi, komunikasi dan evaluasi antara Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dengan Para Pelaku PNPM Mandiri Perdesaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2014 di buka langsung oleh Kepala Bappeda, Indra Agus Lukman, AP, M.Si didampingi oleh Kabid Sosbud, Yeyendra, […]

RAPAT KOORDINASI PNPM-MPD KABUPATEN KUANTAN SINGINGI TAHUN 2014

Bappeda Kabupaten Kuantan Singingi melalui Bidang Sosial Budaya melaksanakan Rapat Koordinasi PNPM Mandiri Perdesaan, sebagai wadah koordinasi, komunikasi dan evaluasi antara Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dengan Para Pelaku PNPM Mandiri Perdesaan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2014 di buka langsung oleh Kepala Bappeda, Indra Agus Lukman, AP, M.Si didampingi oleh Kabid Sosbud, Yeyendra, […]

Selamat Datang

Di Website http://bappeda.kuansing.go.id

Disbun Berikan Bantuan Bibit Karet Besertifikat Ke Petani

Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi melalui Dinas Perkebunan secara bertahap menyerahkan bantuan bibit karet besertifikat untuk 200 Ha kepada kelompok tani yang tersebar di 13 kecamatan.     “Sebanyak 100.000 batang bibit karet okulasi dalam polybag secara bertahap diserahkan kepada petani melalui kelompok tani yang telah mengajukan permohonan melalui proposal. Kegiatan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan produktivitas [...]

Industri Minyak Kelapa Sawit RI Sama Bobotnya dengan Pesawat Airbus

Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, menekankan pentingnya keberadaan minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) bagi Indonesia.   Bila dibandingkan, pentingnya komoditas tersebut sama pentingnya dengan industri Airbus di Perancis, otomotif di Jerman, atau jasa keuangan di Inggris. “Minyak sawit bagi Indonesia tidak hanya penting bagi perekonomian nasional, namun menjadi sarana pula bagi pengentasan kemiskinan, pembangunan pedesaan dan sumber [...]